.........inilah duniaku, tempatku berbagi....

Minggu, 15 April 2012

Aku untuk SAHABAT




Melewati hari-hari dalam  kesendirian,, itulah yang kujalani kini. Ada rasa sepi terasing sekaligus rasa lega. Lega,, karena setidaknya aku tak perlu mengisi setiap detik hariku dalam kecemasan, cemburu, emosi bahkan airmata. Tapi semua telah berlalu kini. Mungkin agak hambar dan hampa, tapi aku nyaman dan bisa fokus untuk mengurusi hal lain selain masalah hati. Tinggal selalu berusaha untuk selalu menjaga motivasi dan memompa semangat hidupku agar tetap bersinar. Aku sadar, hidup ini tak selalu berisi hal yang aku inginkan. Dibutuhkan kesabaran dan keikhlasan untuk bersedia kompromi dengan keadaan. Semua ku jalani dengan penuh syukur. 

Kehidupan memang butuh keseimbangan. Keluhan dan rasa syukur ibarat tuts piano, hitam dan putih, berbeda tapi dengan fungsinya masing-masing akan menciptakan harmonisasi nada yang indah. 

Seperti aku dan kehidupanku yang penuh dilema, saat kepercayaan diriku perlahan menyurut karena prahara, aku hampir membiarkan diriku kembali terpuruk dalam kepasrahan. Lalu tangan Allah pun bekerja untukku.
Mungkin DIA tak ingin melihatku kembali murung. Dan kita pun dipertemukan. Untuk saling memotivasi, untuk saling menyemangati hati kita masing-masing, agar dapat bertahan dalam kehidupan yang serba kompleks, dengan segala kerumitannya.

Kamu dan kehidupanmu,,,
Aku dan kehidupanku,,,
Segalanya berjalan seperti apa adanya,,
Seperti biasanya, tak ada yang berubah

Tapi kita saling respek, saling mendoakan
Yang terbaik buat diri dan kehidupan kita

Seperti itulah kamu dan aku dipertemukan ,,,,
Dalam sebuah ikatan yang bernama "PERSAHABATAN"
Untuk menjaga keseimbangan semesta ,,,,
Seperti yang di inginkan-NYA...



# many thanks for kk,,, ^_^


Jumat, 11 Februari 2011

Hari ini,, diawali dengan persoalan baru,,,ahhh aku tak tau kenapa hidupku selalu dirundung masalah demi masalah yang seakan tak ada habisnya. Baru kemarin aku melewati hari dengan ceria dan damai, tapi kenapa hari ini bisa mendadak ada persoalan yang muncul..

Aku tak tau apa ini benar ekspresi rasa cemburunya ? Atau hanya sekedar memancing kesabaranku supaya segera habis ? Tapi yang jelas aku merasa bahwa ini suatu usaha pembunuhan karakter. Ini pelemahan yang konsisten terhadap prinsip-prinsip yang masih selalu ku pegang teguh. Tuduhan-tuduhan yang begitu lancar mengalir, seakan ingin menggulung kuatnya pembelaanku tentang sebuah ketulusan dan keikhlasan.

Ketulusan rasaku dan keikhlasan hatiku untuk menerima semua yang ada padanya, seakan dianggap sepi, tak berarti. Rasa yang selalu ku jaga dan ku pertahankan, agar tak berubah di telan keadaan yang tak berpihak padaku. Tetapi justru rasaku itu yang coba disurutkan agar menyerah dan berhenti.

Jika dia mencintaiku,,lalu mengapa dia bersikap seperti itu? Apa dia tak menyadari bahwa sikapnya itu bisa membunuh rasaku terhadapnya ???

Kamis, 10 Februari 2011

Di satu langkah aku merenung,,,

Ketika usia menapaki satu langkah ke depan, apa yang telah kucapai dan apa yang ingin kugapai ??? Dalam menjalani kehidupan dalam rentang waktu tiga puluh delapan tahun, aku tak pernah mempunyai target tertentu. Bagiku hidup sangat nikmat bila dijalani seperti air yang mengalir sesuai alur kehidupan. Tak perlu terlalu mencemaskan hari esok, toh semua telah diatur oleh-Nya. Yang selalu kucemaskan hanyalah apakah aku akan bisa melewati hari demi hari dalam kebaikan ? Sementara sifat ego, amarah dan buruk sangka masih begitu kuatnya mendominasi hati dan pikiranku. Menjadikan aku orang dewasa yang terperangkap dalam pikiran yang masih kekanak-kanakan. Begitu labil dan tak pasti.


Peluh yg menetes di dahi meluncur melewati pelupuk mata, yang lalu memunculkan rasa pedih... Ahh lumayan keringat yg kudapat dari kerja bhakti pagi ini. Ditambah dengan keceriaan canda tawa bersama teman-teman yang cukup menyita energi pula. Lalu sinar mentari kemudian makin hangat hingga mampu untuk memaksaku berhenti. Cukup sudah olahragaku hari ini.

Pagi ini aku berangkat kerja dalam kondisi yang sangat fit, terutama ada pada jiwaku yang terasa begitu ringan. Aku tau penyebabnya ya Rabb...Kondisi hatiku dan hatinya yang sudah mulai membaik sangat mempengaruhi semangatku hari ini... Semoga keadaan ini semakin kondusif.

Ya Rabb, Engkau tau pasti hatiku,,,
Maafkan jika aku telah salah mengejawantahkan cinta-MU
dalam hubungan kami ini...
Namun trimakasihku atas berkah semangat hari ini...

Jumat, 23 Juli 2010

Ungkapan hati untuk yang terkasih

Kadang ada rasa kangen yang muncul dihatiku...Kangen dengan senyum manismu, sapa hangatmu, mesranya sikapmu... Kangen dengan masa-masa dulu saat kondisi kita nggak sekaku sekarang. Namun aku tahu bahwa segalanya nggak akan pernah kembali dan sama seperti masa lalu kita dulu.

Ada begitu banyak rasa kecewa, marah, tersakiti bagi kita berdua yang pada akhirnya membuat kasih kita menjadi hambar bahkan mungkin telah mati. Aku tahu bagaimana engkau berusaha meredam rasa marah dan kecewamu atas sikapku. Begitu juga aku. Betapa aku melewatkan hari-hariku dengan tumpahan airmata. Inilah salah satu masa-masa tersulit yang pernah kualami dalam hidupku. Saat kita berada dalam situasi nggak mau saling mengerti yang sangat kronis, menguatnya egoisme kita dan parahnya komunikasi diantara kita serta ditambah lagi jarak kita yang berjauhan. Kita nggak bisa lagi saling bicara dengan baik-baik, jujur dan tenang. Emosi menguasai hati dan pikiran kita. Kita jadi saling mengabaikan dan kehilangan respek satu sama lain. Sampai akhirnya kita berada pada satu titik jenuh dan niat berpisah pun lalu jadi solusi.

Lalu kita pun mengalami masa diam.........

Tahukah engkau yang terkasih,,,,,,, di awal masa diam kita, aku melewatinya dengan curahan tangis juga sikap tak percaya bahwa mungkin aku telah kehilanganmu selamanya...

Tapi ternyata kemudian mendadak Allah ngasih hidayah padaku agar aku jangan lama-lama larut dalam lara. Dengan cepat aku menemukan kembali semangat hidupku dengan satu motivasi bahwa kedepannya aku harus bisa lebih baik dan nggak selalu cengeng meski masih ada trauma dan sakit hati yang tersisa. Aku memang telah kehilangan segalanya. Kehilangan kisah indah, impian dan harapan. Merasa terbuang dan tercampakkan. Pengorbananku diabaikan. Namun diatas semua kehilangan itu, bukan berarti aku harus menyia-nyiakan diriku sendiri dalam keterpurukan dan rasa putus asa. Kehidupan harus terus berjalan dan aku harus bisa melewati masa-masa pahit ini.

Lalu ketika kemudian kita mulai saling bicara lagi, aku tak tahu lagi bagaimana wujud perasaanku terhadapmu. Sepertinya kita masih punya keinginan untuk tetap bersama atau mungkin kita masih saling sayang. Entahlah aku juga tak tahu isi hatimu. Namun bagiku, sesakit apapun perasaanku, sesulit apapun hubungan kita, engkau masih selalu dihatiku.Takkan tergantikan. Tapi di sisi lain aku juga harus realistis, aku takkan memaksakan hubungan ini bertahan. Sekarang aku hanya belajar menjalani hubungan kita atas dasar rasa saling menghargai. Kita jalani sewajarnya, saling memberi keleluasaan terhadap ruang gerak masing-masing, namun tetap saling berbagi dan mendukung dalam segala hal. Demikian harapanku.

Semoga engkau mengerti hatiku.....


Kehilangan Inspirasi



Ketika aku akan menumpahkan seluruh kisahku dalam tulisan, aku tak tahu harus memulainya darimana. Begitu banyak kisah yang sudah kulewati. Tentang suka, gembira dan bahagia. Tentang lara, kecewa     dan kehilangan. Tentang keriangan juga kesepian. Tentang hidup dan kehidupan. Tentang ketabahan, ketegaran  dan perjuangan. Tentang egoisme, amarah dan prasangka. Tentang keinginan, mimpi dan harapan. Tentang indahnya berbagi dalam kebersamaan. Tentang kasih dan cinta. Tentang kau dan aku. Juga tentang kita............                                                                                                   

Sabtu, 15 Mei 2010

Prolog

Ketika beban hidup terasa begitu menghimpitmu........
Ketika kehidupan ternyata tak memberimu keindahan....
Ketika realitas hidup tak seindah mimpimu............
Bersyukurlah karena engkau tak kehilangan harapan....

Karena hidup memang takkan pernah menjadi sempurna
Tapi dari ketidaksempurnaan itulah kita belajar
Untuk menjadi manusia yang selalu pandai bersyukur
Sekecil apapun nikmat yang bisa kita terima.....

Dan tetaplah berbagi... diantara keterbatasan dan ketidak sempurnaan itu...